Kaprodi BKI : Politik Indonesia Kotor
Kaprodi BKI : Politik Indonesia Kotor

Pemilihan Umum (Pemilu) yang diselenggarakan seminggu lalu, mendapatkan perhatian dari Kepala Program Studi (Kaprodi) Bimbingan Konseling Islam, Bambang Subahri, M.Si. Pria alumni S-2 Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta memandang politik Indonesia Kotor.

 

"Politik Indonesia tidak lagi beracuan pada nilai-nilai kebangsaan. Tapi telah didominasi nilai transaksional politik uang", ungkap laki-laki asal desa Ranuyoso ini dalam forum diskusi Cendikia di kampus Institut Agama Islam (IAI) Syarifuddin, Desa Wonorejo Kecamatan Kedungjajang Kabupaten Lumajang, Selasa (23/04/19).

 

Lebih lanjut,  laki-Laki yang  sering dijuluki  filsuf di lingkungan Kampus IAI Syarifuddin  ini,  sebagian aktor politik  melakukan jual beli suara dalam meraih kekuasaannya. Pun, mereka beranggapan, cara ini dianggap sah mendapatkan jabatan politik.

 

“Dalam hukum alam, praktek jual beli dikatakan sah, apabila si penjual mengeluarkan uang dan si pembeli mendapatkan barang, jadi dalam kekuasaanpun demikian. Wajar jika pelaku politik mengambil hak yang seharusnya milik masyarakat dijadikan hak pribadi, tegasnya.

 

Dampaknya,  politik jual  beli ini memainkan logika  keuntungan. Suara pemilih akan didengar, jika menguntungkan pada sang politisi.

 

[Fudin]



Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)