|

PENDAHULUAN FAKULTAS

PENDAHULUAN FAKULTAS

Kenapa Harus Memilih FDKI?

 


Modernisasi dan liberalisasi yang kini berkembang di dalam masyarakat Indonesia, disatu sisi telah melahirkan berbagai kemajuan, namun disisi yang lain juga memunculkan berbagai problem sosial dan krisis lingkungan yang akut. Sebagaimana terlihat dari potret kemiskinan, penganggurandan berbagai penyakit (pathology) sosial terus bermunculan di tengah masyarakat. Begitu juga dengan kondisi alam sebagai tempat kita tinggal dan membangun kehidupan, makin rapuh akibat sistem kerja yang serba kapitalistik dan eksploitatif. Fenomena ini tentu membutuhkan visi yang lebih humanis dan ekologis sebagaimana yang terkandung di dalam nilai keberislaman agar masyarakat tidak mengalami beban hidup yang makin rentan dan terpuruk.

 

Dalam konteks inilah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) terus tumbuh dan bertransformasi untuk berkontribusi menjawab problema dan tantangan di atas. Dakwah secara terminologi berupa seruan kebajikan atau kemaslahatan, agar selalu relevan dan kontekstual dengan dinamika zaman, tidaklah cukup hanya sebatas doktrin sistem keyakinan (belief system) atau merasa cukup dengan dirinya sendiri, eksistensinya harus bertransformasi bersentuhandengan keilmuan lainnya agar spirit dakwah bukan berhenti pada sebatas menyerukan, lebih dari itu adalah tindakan pemberdayaan atau aksi sosial lainnya.

 

Tidak heran bila tiga prodi yang terdapat di lingkungan FDKi IAI Syarifuddin mencerminkan trend keilmuan masa depan, yakni prodi (1) Bimbingan dan Konseling Islam-BKI, (2) Manajemen Dakwah-MD dan (3) Komunikasi Penyiaran Islam-KPI. Kelima prodi ini mendidik para mahasiswa memiliki perspektif keilmuan keislaman yang berpadu atau bersentuhan dengan trend perkembangan teori sosial modern lainnya sehingga para mahasiswa memiliki pemahaman konseptual yang integratif dan inklusif dalam membaca berbagai tantangan zaman sesuai keahliannya. Para mahasiswa juga didik untuk memiliki skill profesional melalui berbagai praktek pembelajaran di bidang komunikasi media, konseling keluarga dan pengembangan masyarakat serta sistem layanan sosial lainnya, baik yang terkait dengan sistem keuangan islam ataupun pendampingan terhadap kelompok rentan. 

[]